Operasional Commuter Line SUPASPRO Direncanakan Paling Lambat 1 Maret 2026, Dishub Kota Probolinggo Dukung Konektivitas Transportasi

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) merencanakan pengoperasian layanan Commuter Line Surabaya–Pasuruan–Probolinggo (SUPASPRO) paling lambat 1 Maret 2026. Rencana tersebut disampaikan dalam audiensi jajaran Direksi PT KCI bersama Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin di Command Center Pemerintah Kota Probolinggo, Kamis (22/1).

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) merencanakan pengoperasian layanan Commuter Line Surabaya–Pasuruan–Probolinggo (SUPASPRO) paling lambat 1 Maret 2026. Rencana tersebut disampaikan dalam audiensi jajaran Direksi PT KCI bersama Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin di Command Center Pemerintah Kota Probolinggo, Kamis (22/1).

Rencana pengoperasian Commuter Line SUPASPRO ini disambut positif oleh Pemerintah Kota Probolinggo karena dinilai dapat meningkatkan konektivitas transportasi antardaerah serta menjadi alternatif moda transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.

President Director PT KCI Mochamad Purnomosidi menjelaskan bahwa pada tahap awal, layanan SUPASPRO direncanakan beroperasi dengan dua frekuensi perjalanan per hari, yakni keberangkatan pagi dari Probolinggo pukul 04.10 WIB dengan perkiraan tiba di Surabaya sekitar 06.45 WIB, serta keberangkatan sore dari Surabaya pukul 18.10 WIB dan tiba di Probolinggo sekitar 20.57 WIB. Tarif yang direncanakan maksimal Rp8.000 sekali perjalanan, menyesuaikan ketentuan jarak tempuh, dan pembelian tiket dilakukan secara online melalui aplikasi KAI Access, setelah memperoleh persetujuan dari Kementerian Perhubungan.

Dinas Perhubungan Kota Probolinggo menyatakan siap mendukung rencana operasional tersebut, khususnya dalam aspek pengaturan lalu lintas di sekitar stasiun, peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang, serta integrasi dengan angkutan lanjutan di wilayah Kota Probolinggo.

Dengan rencana pengoperasian Commuter Line SUPASPRO ini, diharapkan dapat mendorong penggunaan angkutan umum massal serta memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan sektor pariwisata di Kota Probolinggo.

LINK TERKAIT